Pasuruan – Pemulihan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pascakebakaran tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, juga membidik dukungan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk membantu pembangunan kembali pasar.
Hal Ini disampaikan ketika ikut memantau langsung pengangkutan puing-puing kebakaran Pasar Desa Kepulungan, Selasa (13/10/2026).
Menurut Politisi PKB tersebut, langkah ini disiapkan sebagai upaya mempercepat pemulihan pasar yang menjadi tumpuan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara untuk penanganan awal, Samsul berharap anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat direalisasikan pada tahun ini.
“Selain BTT, kita juga mencoba berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan sekitar lewat skema TJSL. Tapi kalau tahun ini sudah teralokasi semuanya, kita berharap sementara ini ditangani melalui BTT,” ujar Samsul.
Untuk membuka peluang dukungan dari kalangan dunia usaha, Samsul mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pasuruan.
Koordinasi tersebut berkaitan dengan upaya menyiapkan kanal atau menu dalam dasbor TJSL agar kebutuhan penanganan Pasar Desa Kepulungan dapat menjadi perhatian perusahaan-perusahaan di sekitarnya.
Melalui skema tersebut, perusahaan diharapkan ikut berkontribusi dalam pemulihan fasilitas perdagangan dan mendukung keberlangsungan ekonomi para pedagang yang terdampak kebakaran.
Seiring upaya menyiapkan dukungan pendanaan, penanganan fisik bekas kebakaran juga mulai berjalan. Hari ini puing-puing bangunan yang terbakar diangkut menggunakan alat berat backhoe loader dan enam armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.
Setelah pengangkutan selesai, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan dijadwalkan turun ke lokasi untuk melakukan kajian teknis. Pemeriksaan tersebut diperlukan guna menentukan kebutuhan penanganan pasar sekaligus penggunaan anggaran BTT secara tepat.
Samsul menyebut, salah satu konsep yang menjadi pertimbangannya adalah pembangunan kembali pasar dengan konstruksi semipermanen. Model ini direncanakan berupa bangunan sederhana yang mengutamakan tiang penyangga dan atap.
Dengan konsep tersebut, pasar diharapkan dapat kembali difungsikan untuk aktivitas perdagangan tanpa harus menunggu pembangunan gedung permanen. Kendati demikian, desain akhir dan kelayakan bangunan tetap menunggu hasil kajian Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, termasuk penilaian terhadap tiang-tiang bangunan lama yang masih tersisa.
“Kalau konsep yang terpikirkan oleh saya, pasar dibuat semipermanen, jadi hanya tiang-tiang dan atap saja. Nanti tiang-tiang bangunan lama akan dilihat oleh Cipta Karya, mana yang layak dan mana yang tidak. Biar Cipta Karya yang menentukan,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebakaran melanda Pasar Desa Kepulungan pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Peristiwa yang terjadi di Dusun Arcopodo, Desa Kepulungan, tersebut menghanguskan ratusan kios pedagang dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp2 miliar. (KIM Pulung)
Berita Terbaru
-

Pasuruan — Tembok Penahan Tanah (TPT) di jalur Desa Randupitu-Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ambrol di tiga titik. Untuk mengantisipasi kecelakaan, Pemerintah Desa Kepulungan bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Gempol...
-

Pasuruan – Pemulihan Pasar Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, pascakebakaran tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, juga membidik dukungan perusahaan-perusahaan di...
Laporan Terbaru
-

Laporan APBDesa Kepulungan 2025
Report