Arenda Gandeng BNN, Sholawatan Kedamean Diisi Edukasi Narkoba

CN
Chistiyana Nurindra
1 week ago

Pasuruan – Komunitas pemuda Kedamean, Arenda, menggandeng BNN Kabupaten Pasuruan untuk memberikan edukasi bahaya narkoba dalam rutinan sholawatan di Dusun Kedamean, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (18/9/2026) malam.

 

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Langgar At Taqwa, Kedamean Kidul, tersebut diikuti puluhan jemaah laki-laki dan perempuan. Selain sholawatan, jemaah mendapat penyuluhan langsung dari dua narasumber BNN Kabupaten Pasuruan.

 

Rutinan sholawatan ini bukan kegiatan baru. Arenda telah menggelarnya sekitar satu tahun terakhir, dengan pelaksanaan sebulan sekali setiap Jumat pekan kedua.

 

Kali ini, momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Edukasi disampaikan dalam suasana kegiatan keagamaan agar pesan bahaya narkoba lebih mudah diterima jemaah.

 

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kabupaten Pasuruan, Fendy Mochamad, mengapresiasi langkah yang dilakukan Arenda. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti sholawatan dapat menjadi sarana untuk memperluas edukasi pencegahan narkoba.

 

“Kami pikir upaya penyuluhan lewat sholawatan ini bisa dilanjutkan untuk meminimalkan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Ini salah satu kegiatan positif sekali,” ujarnya.

 

Dalam penyuluhannya, Fendy menjelaskan narkoba mencakup narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menilai seseorang sebagai pengguna narkoba hanya berdasarkan kondisi fisiknya.

 

“Tak semua pemakai narkoba itu berbadan kurus. Contohnya ganja. Karena salah satu kandungannya ada yang menambah nafsu makan,” jelasnya.

 

Fendy juga mengingatkan masyarakat terhadap perkembangan jenis narkoba baru dan potensi penyalahgunaan vape sebagai media untuk memasukkan zat berbahaya.

 

Sementara itu, Kasubag Humas BNN Kabupaten Pasuruan, Arif Andi Hisbudin, mengajak masyarakat menerapkan aware dan care, yakni sadar dan peduli terhadap bahaya narkoba di lingkungan sekitar.

 

Ia juga meminta masyarakat tidak mengucilkan pecandu yang ingin sembuh. Menurutnya, pecandu dapat diarahkan untuk mendapatkan rehabilitasi melalui BNN.

 

“Kalau ada pecandu, ayo ditolong untuk disembuhkan. Bisa didekati, lalu dibawa ke BNN untuk rehab. Kalau memang serius ingin sembuh, silakan dibawa ke BNN. Akan kami rehab. Gratis. Tidak akan dibawa ke ranah hukum,” pungkasnya. (KIM Pulung)

Berita Terbaru

Laporan Terbaru